Mahasiswa Unibraw Produksi minuman 'vampir

Film-film yang bertema vampir atau disebut juga drakula ini telah menjadi sumber inspirasi bisnis bagi pasangan Lutfi Rachmawati (22) dan Ardi Angga (25). Mereka berdua pun berhasil meraup untung belasan juta rupiah dari menekuni bisnis produksi minuman para penghisap darah tersebut.

Sepasang sahabat ini membuat susu kemasan yang unik dan berbeda dari merk susu kemasan lainnya. Pasalnya susu kemasan yang dibuat mereka berdua ini lebih mirip paket darah atau blood pack yang biasanya diterima pasien untuk transfusi di rumah sakit.

Luffi Rachmawati mengungkapkan bahwa idenya berasal dari melihat foto minuman di akun instagram yang kelihatannya seperti susu tapi lebih mirip darah yang dikemas dan minuman ini hanya ada di negeri thailand.

Saat dihisap dari kantong kemasannya tampak seolah-olah penikmatnya sedang menikmati sebungkus darah ala dracula seperti yang di tv. Saat transfusi dihisap banyak orang yang terheran-heran dan kaget karena melihat orang menghisap paket darah padahal ini hanya susu kemasan.

Merk yang digunakan untuk produknya pun bernama Blood Us dengan memakai simbol tetesan darah ditambah lagi setiap kemasan blood pack dikasih keterangan yang nyaris sama dengan blood pack yang ada di rumah sakit. Tidak hanya itu saja, di setiap variannya terdapat nama-nama makhluk yang menyeramkan berasal dari negeri barat.

Setidaknya saat ini ada enam varian minuman, diantaranya adalah Frankenstein Blood (cokelat), Goblin Blood (hijau), Vampire Blood (merah), Deer Santa Blood (cokelat), Casper Blood (merah muda), dan terakhir Frosty Snowman Blood (putih).

Lutfi dan Ardy mengawali bisnis minuman ala drakula sejak bulan April 2015 lalu dan setelah berhasil mendapatkan kemasan mirip blood pack akhirnya mereka berdua mulai mempromosikan di jejaring media sosial.

Modal awal untuk membeli susu dan kemasannya sekitar 1,5 juta rupiah. Dan untuk urusan produksinya mereka berdua dibantu oleh orang tuanya yang memberikan beragam fasilitas seperti peralatan mengolah susu dan kulkas.

Saat ini minuman merk Blood Us dijual melalui media online seperti instagram dan promosi dari mulut ke mulut teman. Kadang-kadang mereka berdua juga mengantarkan sendiri pesanannya selama di kota malang, kalau kota lain yang lewat jasa pengiriman. Pokoknya pembeli dari kota malang akan selalu dilayani tanpa batasan.

Harga jual setiap minuman Blood Us adalah 20 ribu rupiah ditambah biaya antarnya ditanggung oleh pembeli. Minuman ini bisa bertahan selama tiga hari bila dimasukkan ke dalam kulkas dan jika tidak punya kulkas maka minuman ini hanya bertahan selama 24 jam saja.

Kini rata-rata pembeli minuman ala drakula tersebut kebanyakan para mahasiswa dan anak-anak. Setiap pagi mereka berdua mulai memproduksi susu dan ketika siang hari baru mereka mengantarkan pesananan. Mereka berdua pun bisa meraih omset sekitar 10 juta perbulan dari bisnis minuman ini.

Saat ini mereka hanya bisa memproduksi 30 kantong minuman setiap hari karena disibukkan dengan jadwal kuliah mereka di universitas Unibraw Malang.

Baca juga

0 Response to "Mahasiswa Unibraw Produksi minuman 'vampir"

Posting Komentar