Menelusuri jejak pahlawan di kota Surabaya

Surabaya yang merupakan kota kedua terbesar di indonesia dan ibu kota provinsi jawa timur membuatnya menjadi tujuan para wisatawan lokal maupun mancanegara. Kota Surabaya juga disebut sebagai kota pahlawan sehingga banyak deretan bangunan bersejarah dan museum kota yang bisa dipelajari.

Bila melakukan perjalanan mulai dari bandara soekarno-hatta jakarta maka harga tiketnya sebesar 500 ribu rupiah dengan tiket promo dari Sriwijaya Air. Setelah sampai ke Surabaya, perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan taxi atau mobil sewaan untuk mengunjungi semua museum yang tersebar di kota pahlawan ini.

Museum Perjuangan 10 November
Pada perang dunia di daerah jembatan Merah terjadi pertumpahan darah antara anak bangsa dan penjajah yang ingin menguasai negeri ini. Untuk mengenang kejadian bersejarah tersebut dibangunlah Museum Perjuangan 10 November yang terletak di kompleks tugu pahlawan. Di museum ini para wisatawan bisa melihat peninggalan Bung Tomo berupa rekaman asli bung tomo untuk mengobarkan semangat rakyat surabaya.

Museum Mpu Tantular
Museum kedua di surabaya yang patut dikunjungi adalah museum Mpu tantular yang namanya diambil dari dari tokoh pujangga di zaman kerajaan majapahit. Di masa itu ada dua karya yang terkenal yaitu kitab sutasoma dan kitab arjuna wijaya. Museum ini didirikan oleh Godfried Hariowald Von Faber pada tahun 1933. Dulu tempat ini digunakan untuk menyimpan koleksi barang antik dan kuno.

Museum Pers Perjuangan Surabaya
Para wisatawan yang suka akan jurnalistik bisa mengunjungi Museum Pers Perjuangan Surabaya yang resmi didirikan pada tahun 1945. Disini anda bisa belajar tentang sejarah berdirinya pers untuk pertama kalinya dan dilengkapi dengan dokumen penting di masa penjajahan belanda sampai sekarang ini.

Selain belanja dan mengelilingi kota surabaya, para wisatawan bisa menambah wawasan dengan berkunjung ketiga museum tadi. Dengan belajar di museum bersejarah tersebut maka wawasan tentang sejarah bangsa negeri ini bisa berkembang.

Baca juga

0 Response to "Menelusuri jejak pahlawan di kota Surabaya"

Posting Komentar