Pengungsi Suriah bikinminiatur dari situs sejarah yang hancur

Perang yang berkecamuk di suriah karena ulah sekelompok orang yang tidak bertanggung jawab telah membuat negara tersebut kehilangan banyak sekali monumen dan tempat bersejarah karena telah dihancurkan. Sekelompok pengungsi yang tidak mau ingatan tentang tempat bersejarah di Suriah menghilang dan terlupakan dari ingatan maka mereka mencoba membuat ulang monumen dan bangunan kuno yang telah hancur dalam bentuk miniatur.

Sekelompok orang yang mengungsi dari kampung halamannya Suriah telah mengerjakan proyek bikin miniatur dimulai sejak tahun lalu.  Ahmad Han salah seorang ketua dari kelompok pengungsi ini mulai mengumpulkan beberapa seniman yang berasal dari Suriah untuk membangun kembali monumen dan bangunan kuno yang telah dihancurkan karena perang. Meskipun mereka memiliki kemampuan dan sumber daya yang terbatas tapi mereka tetap bertekad untuk membangun miniatur tersebut.

Di tempat pengungsian, Ahmad Had dan kelompok pengungsi lainnya memanfaatkan berbagai benda yang mudah di temui misalnya saja batu, kayu dan tanah liat. Dengan bahan-bahan seadanya mereka berhasil membuat miniatur bersejarah yang ada di suriah.



Dari Smithsonian melaporkan bahwa dengan tekad yang kuat merekaberhasil membuat miniatur berbagai macam tempat bersejarah seperti Benteng Aleppo, Masjid Ummayad Damaskus dan kincir air Norias di Hama.

Agar karya yang mereka bikin menjadi sempurna, mereka menggunakan berbagai macam benda yang bisa dijadikan contoh seperti foto, ilustrasi dan lukisan agar miniatur tersebut bisa menampilkan detail dengan sempurna.

Saat ini miniatur yang mereka buat telah selesai dan dipamerkan di berbagai tempat pengungsian seperti Za'atari dan di Amman, ibukota Yordania.

Baca juga

0 Response to "Pengungsi Suriah bikinminiatur dari situs sejarah yang hancur"

Posting Komentar