Presiden Argentina sumbangkan seluruh gajinya untuk kaum duafa

Mauricio Macri merupakan presiden Argentina yang baru-baru ini dilantik mengumumkan kepada publik bahwa rencananya dia akan mendonasikan seluruh gajinya ke dapur umum yang diperuntukkan kaum duafa di Buenos Aires.

Pada 10 Desember 2015, Macri secara resmi dilantik menjadi presiden baru Argentina. Pelantikan presiden baru ini juga mengakhiri kekuasaan suami-istri Cristina Fernandez dan Nestor Kirchner yang mengikuti paham sosialis selama 12 tahun terakhir.

Macri yang resmi menjadi presiden dalam pemerintahan argentina memiliki gaji 100 ribu peso perbulan atau setara Rp 151 juta. Setelah dipotong pajak, penghasilan Macri menjadi 61 ribu peso atau sekitar Rp 46,6 juta.

Gaji bersih 61 ribu peso tersebut itulah yang akan disumbangkan untuk memberi makan sekitar 1.800 kaum duafa di Villa Soldati sebelah selatan ibu kota Argentina.

Ternyata aksi presiden Macri bukanlah hal yang baru karena sebelum menjadi presiden, dulunya Macri menjabat sebagai walikota Buenos Aires sering memberi bantuan sosial pada orang miskin dan orang yang membutuhkan.

Meskipun sering melakukan banyak bantuan kepada masyarakat miskin dan terlibat berbagai macam amal ternyata Macri dimusuhi oleh pengawai negeri dan serikat buruh Argentina. Alasannya karena setelah sebulan menjabat sebagai presiden, pria berusia 56 tahun ini mengeluarkan 26 dekrit yang menyatakan bahwa dirinya mendukung aliran modal asing dan sistem pasar bebas di negara Amerika Latin

Diperkirakan hingga akhir bulan januari 2016, akibat dekrit yang Macri keluarkan sebanyak 10 ribu pegawai tidak tetap di pemerintahan kehilangan pekerjaan mereka. Selain itu, dia juga melemahkan nilai tukar peso supaya investor asing tertarik untuk menanamkan modal pada negara Argentina. Akibat dari itu semua maka inflasi semakin tinggi dan banyak rakyat yang menderita.

Baca juga

1 Response to "Presiden Argentina sumbangkan seluruh gajinya untuk kaum duafa"

  1. wew....ini dikatakan presiden baik ya baik...tapi bisa dikatakan juga presiden sontoloyo..harusnya kan memikirkan rakyat dan pekerja nya di negaranya....

    BalasHapus