Berburu peninggalan artefak bangsa Cina kuno di desa Paya Pasir

Apa yang anda ketahui ketika mendengar tentang kota bernama Medan? Kalau bicara tentang kota medan pasti di benak seseorang muncul kata danau toba sebagai wisata paling terkenal yang ada disana. Musim liburan yang bertepatan dengan perayaan hari imlek ini sebaiknya para pengunjung tidak usah pergi ke china untuk menikmati imlek.

Karena ada sebuah desa di Medan yang memiliki sejarah tentang peradaban bangsa China yang dulu pernah singgah ke kota ini. Dahulu kala desa Paya Pasir yang ada di kota medan ini merupakan sebuah pusat niaga berbagai pedagang lokal maupun mancanegara. Kebanyakan pedagang yang berlabuh disini berasal dari Jawa, Thailand, Johor dan terakhir China.

China benar-benar datang ke desa ini dikarenakan ditemukan banyak sekali beragam benda peninggalan bangsa tersebut. Salah satu bukti berharga yang sampai kini disimpan oleh pemerintah setempat dan bisa dilihat oleh para wisatawan adalah pecahan keramik china dari abad ke-12. Bahkan ada beberapa artefak kuno yang menunjukkan bahwa desa tersebut mengalami masa kejayaan sebagai pusat perniagaan pada abad ke-12 hingga awal abad ke-14 bersamaan dengan era kekuasaan Dinasti Sung, Yuang, dan Ming di Cina.


Untuk menuju ke Desa Paya Pasir bisa dimulai dari bandara Soekarno-Hatta yang menuju ke Bandara Kuala Namu Medan. Dari kota medan jarak desa paya pasir sekitar 20 km dan bisa ditempuh dengan jalur darat yang memakan waktu sekitar 1-2 jam perjalanan. Para wisatawan bisa menyewa mobil untuk menuju desa tersebut. Selain mencari peninggalan bangsa China, anda juga bisa pergi ke danau siombak di dekat desa paya pasir untuk menikmati pemandangan yang menakjubkan. Jangan lupa juga untuk mengabadikan momen yang indah disini..

Tujuan wisata selanjutnya adalah museum situs kota China yang berada di Jalan Kota Cina, Lingkungan 9, Desa Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan. Disini banyak sekali berbagai macam peninggalan barang-barang kuno bangsa China mulai dari tembikar, koin, keramik kuno dan archa budha. Karena ada beberapa artefak yang hilang maka para arkeolog membuat replika sesuai dengan aslinya yang bisa dilihat di museum ini. Kebanyakan koleksi kuno yang dipamerkan berasal dari abad ke 8-13 M.

Salah satu peninggalan China yang terkenal di museum ini adalah Archa Budha Amitaba yang dibuat dari granit dan memiliki tinggi 80 cm, lebar 40 cm, serta tebal 12 cm. Selain itu ada pula Arca Dewa Wisnu dalam posisi tegak dengan bagian kepala dan tangan belakang tidak lagi utuh. Meskipun begitu para wisatawan masih bisa tetap menikmati keindahan seni dari kedua patung tersebut.

Setelah puas menikmati museum Situs Kota China lalu berkeliling desa Paya Pasir dan mengunjungi keindahan Danau Siombak maka destinasi selanjutnya adalah kota Medan untuk menikmati Gebyar Imlek Fair yang selalu diadakan setiap tahun. Disini para wisatawan bisa menemukan aksesoris, pakaian, pakaian dan jajanan khas imlek. Menariknya, perayaan imlek disini selalu menghadirkan sejumlah musisi lokal dari negara Malaysia.

Setelah puas menikmati Gebar Imlek Fair maka tujuan selanjutnya adalah makan kue bakul yang selalu ada di setiap perayaan Imlek. Kue bakul adalah kue yang terbuat dari gula dan tepung pulut yang melambangkan keakraban dan keharmonisan menurut tradisi tionghoa.

Baca juga

0 Response to "Berburu peninggalan artefak bangsa Cina kuno di desa Paya Pasir"

Posting Komentar