Bersama dengan Dewi Kwan Im saat berlibur ke Semarang

Tahun baru Imlek yang meriah akan diadakan sebentar lagi. Hari Imlek merupakan hari perayaan Umat Budha yang biasanya diramaikan dengan memberi angpao kepada anak-anak dan remaja yang masih belum berkeluarga. Tidak hanya itu saja, umumnya ada beberapa item yang harus disertakan dalam perayaan tersebut seperti baju warna merah dan lampion.

Nah, pada hari besar seperti ini biasanya para wisatawan akan pergi berlibur ke suatu tempat untuk menghilangkan rasa lelah dan jenuh akan aktivitas sehari-hari. Sebaiknya pada hari imlek ini anda berlibur ke semarang karena disana bisa mengunjungi Pagoda Avalokitesvara sekaligus belajar sejarahnya.

Pagoda Avalokitesvara mempunyai ketinggian yang cukup lumayan sekitar 45 meter. Bangunan tinggi ini terletak di Jalan Perintis Kemerdekaan Semarang yang biasanya digunakan sebagai tempat peribadatan umat budha. Pada tahun 2006 lalu bangunan tersebut diresmikan oleh pemerintah dan diklaim sebagai Pagoda paling tinggi di indonesia. Di dalam pagoda tersebut ada sebuah patung Buddha Rupang yang besar dan megah.



Pagoda ini memiliki tujuh tingkat dan ternyata memiliki makna tersembunyi. Menurut sejarah umat Budha arti dari tujuh tingkat ini adalah seorang pertapa akan mencapai puncak tertinggi kesucian dalam tingkat tujuh. Bagian dalam bangunan tersebut memiliki bentuk persegi dan ukurannya 15x15 meter. Pada tingkat kedua sampai tingkat enam terdapat patung dewi kwan im yang menghadap ke empat penjuru angin. Hal ini dimaksudkan agar kasih sayang bisa terpancar ke semua penjuru angin.

Pada tingkat ketujuh ini terdapat patung Amitaba yang menurut agama budha merupakan guru besar dewa dan manusia. Lalu di puncak Pagoda ada sebuah stupa yang digunakan sebagai tempat penyimpanan butir-butir mutiara yang keluar melalui sang Budha. Di depan pagoda para pengunjung bisa melihat patung sang budha dan dewi kwan im yang duduk di pohon bodi.

Tempat wisata disini juga berbeda dengan tempat wisata lainnya karena para pengunjung bisa menikmati cottage di area Vihara. Tempat ini diuruh oleh penjaga Vihara dan enaknya siapa saja yang menginap disini tidak dipungut biaya sepeserpun. Kalau mau berwisata hemat tempat ini merupakan tempat yang pas terutama bagi backpacker. Syarat untuk menginap disini hanya disuruh untuk bicara sopan dan berpakaian bersih. Kamar disini bisa langsung dipesan tanpa melalui travel agent terlebih dahulu.

Para wisatawan tidak usah risau akan kelaparan ketika sedang mengunjungi Vihara karena tempat disini selalu ramai dengan pedagang yang menjual beragam makanan khas kota semarang. Misalnya makanan yang dijual adalah lumpia, wedang tahu dan roti ganjel rel. Namun, bila tidak suka membeli makanan di pinggir jalan ada sebuah restoran di dekat vihara tersebut yaitu Rumah Makan Sari Rasa. Menu favorit di tempat ini adalah garang asam. Menu garang asam ada tiga jenis yaitu cakar ayam, jeroan dan garang asam ayam.

Baca juga

0 Response to "Bersama dengan Dewi Kwan Im saat berlibur ke Semarang"

Posting Komentar