Sensasi unik urban downhill di Desa Kungkuk

Urban Downhill merupakan salah satu olahraga ekstrem yang sedang populer di indonesia. Alasan disebut urban karena tempatnya berbeda dengan downhill atau mountain biking biasa. Urban Downhill yang dimaksud berada di kawasan perkotaan mulai dari gang semping, anak tangga bahkan rumah warga bisa dijadikan rintangan yang sangat ekstrem.

Urban downhill pertama kali dilakukan di Meksiko dan pelakunya melakukan olahraga ekstrem ini ditempat cukup ekstrem mulai dari apartemen dan gereja. Selain gedung, pelaku juga pernah dikejar anjing karena mungkin dia kesal diakibatkan sepeda lalu lalang berlompatan tanpa aturan.

Berawal dari Meksiko inilah mulai bermunculan seri kejuaraan di berbagai belahan dunia. Uniknya, tren dari urban downhill kebanyakan muncul di negara dengan tingkat penduduk yang tinggi seperti Meksiko, brazil, chile, bolivia dan kolombia. Dengan adanya olahraga ekstrem di kota-kota maka para penonton bisa menikmati wisata lokal sembari menyaksikan urban downhill. Nah, semangat urban downhill ini akhirnya sampai juga di Indonesia.

Salah satu tempat urban downhill paling menarik di tanah air kita berada di Kampung Wisata Kungkuk, Batu Jatim. Desa ini sangat cocok untuk urban downhill karena terletak di bukit yang cukup curam ditambah lagi kota Batu beriklim dingin. Di desa ini sebagian besar jalanannya didominasi gang sempit berlikut serta banyak area alami yang masih belum dibangun sehingga membuat untuk melakukan olahraga ekstrem ini cukup sulit.

Baca 6 Cara tak romantis pria dalam mengungkapkan cinta

Selama dua tahun berturut-turut kejuaraan urban downhill dilakukan di desa Kungkuk. Disini fasilitasnya cukup memadai dan layak apalagi masyarakat yang tinggal disini sangat mendukung sekali akan olahraga urban downhill. Bahkan beberapa rumah warga rela dirobohkan demi melakukan downhill.

Desa Kungkuk memiliki hal yang unik yaitu semua pelaku dapat melewati rumah warga sebagai jalurnya. Jadi para racer bisa masuk lewat pintu depan, ruang tamu, dapur dan keluar dari pintu belakang rumah. Tentu hal ini sangat unik dan jadi kesempatan terbaik untuk menghilangkan adrenalin kita.

Downhill yang dilakukan alam memang cukup mudah dibandingkan urban downhill karena selain tingkat kesulitannya tinggi ditambah lagi cedera yang diakibatkan sangat besar dan bisa terluka cukup parah kalau tidak hati-hati. Mungkin safety gear yang dipakai bisa menyelamatkan kita dari cedera tapi sepedamu pasti tidak akan bisa terhindar dari kerusakan karena jalurnya bukan tanah dan pohon melainkan dari aspal, beton, tajamnya siku anak tangga dan jendela rumah tangga. Pokoknya urban downhill harus siap-siap untuk sepedanya rusak.


0 Response to "Sensasi unik urban downhill di Desa Kungkuk "

Posting Komentar